Suku Amma Toa Kajang

Bercerita soal kota kecil saya, kota bulukumba memang tak ada habisnya. Banyak hal yang bisa dibahas tentang kota ini. Beberapa hal yang cukup terkenal tentang Bulukumba, meskipun masih dalam regional sulawesi selatan yaitu Pantainya yang indah (Pantai Bira) dan selain itu ada juga Pembuatan Kapal Phinisi.

Namun kali ini saya tidak akan menceritakan tentang kedua hal tersebut melainkan tentang salah satu desa yang memiliki ciri khas dan kebiasaan yang hampir sama seperti suku badui di Provinsi Banten. Mungkin anda sedikit penasaran dengan Suku yang ada di Bulukumba tersebut. Langsung saja ke pembahasan utama, berikut ini foto-foto yang bisa saya tampilkan tentang suku tersebut.

Terlihat pada gambar di atas, pakaian yang mereka kenakan dominan berwarna hitam. Bukan hanya ketika mereka berada dalam kawasan Adat Amma toa saja, bahkan saat mereka ke kota pun masih mengenakan pakaian dengan warna hitam seperti yang terlihat pada gambar tersebut. Jika anda bertanya kenapa demikian, saya pun kurang begitu mengetahuinya. Mungkin itu sudah menjadi ciri khas mereka atau mungkin  karena pewarna alami yang bisa mereka buat hanya warna itu saja. Itu hanya menurut saya, jawaban yang sebenarnya saya akan cari tahu lebih lanjut.

penduduk asli suku adat amma toa kajang
Para penduduk asli suku adat amma toa kajang
Amma toa, begitu kawasan tersebut biasa disebut. kawasan tersebut terletak di kecamatan kajang, kabupaten bulukumba, kurang lebih satu setengah jam dari pusat kota bulukumba. Menyusuri jejak keluarga, sebenarnya saya keturunan asli dari sana, keluarga saya masih banyak di sana bahkan ada beberapa yang tinggal di kawasan amma toa tersebut. Jika ditelusuri lebih jauh tentang jejak keluarga saya, pemimpin kawasan tersebut bisa saya katakan kakek dekat saya.



Jika kita masuk ke dalam kawasan tersebut, kita akan merasakan hal yang  berbeda. Begitu kata orang-orang yang perah menginjakkan kaki di tempat tersebut. Sebenarnya saya belum pernah masuk ke kawasan tersebut, saya kesana hanya sampai gerbang kawasan itu saja, sebab keluarga yang saya kenal semuanya berada di luar kawasan adat tersebut. Soal pakaian, orang-orang di sana membuatnya dengan tangan mereka sendiri, dengan menggunakan alat tenun yang sangat sederhana. Hal tersebut bisa terlihat pada gambar disamping. "lipa' le'leng" begitu sebutan sarung yang mereka buat dalam bahasa Daerah sana. Sama halnya dengan masyarakat pada umumnya, mereka juga hidup bermasyarakat.

Seorang ibu sedang menenun sarung "Lipa' Le'leng"
Seorang ibu sedang menenun sarung "Lipa' Le'leng"
Bahkan keakraban mereka lebih baik jika dibandingkan dengan keakraban kita dengan tetangga di sekitar rumah kita. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas dan mungkin juga sudah menjadi pengenal khusus buat suku mereka.salah satunya adalah ilmu hitam yang sangat kuat. Jika berbicara soal santet atau ilmu-ilmu hitam lainnya, dari tempat inilah yang paling terjamin dan diakui oleh seluruh masyarakat Sulawesi selatan. Bahkan sebagian besar sepupu saya memiliki ilmu-ilmu seperti itu. Namun bukan digunakan untuk kejahatan, melainkan untuk bela diri atau menjaga diri dari gangguan orang jahat. Artikel tentang Amma toa ini akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya. terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel