Saya Siswa SMA 1 Gangking

Saya teringat saat menerima Ijazah SMP dengan nilai yang sangat rendah, yang mungkin membuat harapan saya masuk sekolah unggulan gagal. Ternyata semua itu terjawab ketika saya membaca baris demi baris lembar pengumuman penerimaan siswa baru di sekolah unggulan tersebut.

Nama saya tidak muncul pada lembaran pengumuman dan itu membuat saya kecewa dan sangat putus asa. Tapi bukan berarti langkah saya terhenti saat itu juga. 



Pak Iwan, begitu saya memanggil beliau, dia tetangga saya di komplek, dia juga salah satu guru SMA 1 Gangking. SMA yang saya maksud tersebut memang belum termasuk sekolah unggulan, sekolahnya pun terletak cukup jauh dari pusat kota  maupun dari tempat tinggal saya. Pak iwan menyarankan saya untuk sekolah disana, dan saya menyetujui hal tersebut, karena memang itulah pilihan terbaik dan satu-satunya untuk saya. Hingga akhirnya saya mulai menginjakkan kaki di sekolah tersebut, lalu mengikuti setiap tahap pembelajaran, termasuk organisasi dan kegiatan extra lainnya. 


Di sekolah ini, saya cukup akrab dengan kakak-kakak kelas, banyak dari mereka bersikap baik kepada saya. Hal itu juga yang membuat saya tertarik ikut di OSIS. Berkat OSIS, saya mempunyai banyak pengalaman dan kenalan dengan siswa lainnya bahkan dari luar sekolah. Untuk akademis, peringkat saya cukup memuaskan, semester satu saya peringkat empat, dan semester berikutnya menjadi juara kelas. Naik kelas dua, saya terpilih menjadi ketua OSIS, dan hal inilah yang membuat saya semakin kecanduan dengan organisasi, bahkan saya sempat bergabung dengan IKATAN REMAJA MUHAMMDIYAH. 

Karena kecanduan tersebut, membuat prestasi akademis saya sedikit menurun, semester tiga saya masih juara kelas di XI IPA 1, namun pada semester empat peringkat saya down sampai urutan ketiga. Tapi itu bukan menjadi masalah buat saya, yang menjadi tantangan saya saat itu adalah, bagaimana usaha saya menyeimbangkan kegiatan akademis dan non akademis, yang keduanya harus sama-sama sukses. Dan akhirnya saya tergolong berhasil menjalankan kedua-duanya. Selain dari pada itu, hal lain yang paling saya cintai dari sekolah ini adalah PRAMUKA, saya bangga menjadi anak PRAMUKA SMA 1 Gangking, waktu itu saya membantu sekolah ini menjadi juara umum dua tingkat kabupaten Bulukumba. Saya juga sering jadi panitia perkemahan tingkat Kecamatan. Naik kelas tiga saya masuk kelas Unggulan kabupaten, disana juga saya mendapat banyak teman yang pintar dan mempunyai otak cemerlang.

Sebenarnya, yang ingin saya ceritakan disini adalah kebanggaan saya menjadi siswa SMA 1 Gangking. Awal saya masuk sekolah ini, hampir semua orang menganggap SMA 1 Gangking sebagai tempat pelarian, saya pun beranggapan demikian. Namun pada akhirnya, saya telah menyadari bahwa sekolah ini adalah sekolah terbaik buat saya. Sekolah ini yang berperan penting dalam perjalanan hidup saya. Sekolah ini juga yang membawa saya sampai di Ibukota negara untuk menuntut ilmu lebih tinggi. SMA Gangking lah yang memberi saya bekal untuk bertahan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dan SMA 1 Gangking juga yang mengantar saya untuk mengawali hidup baru yaitu sebagai abdi negara, sebagai pegawai negeri, Sebagai pegawai pajak. 

Yang bisa saya berikan saat ini hanya ucapan terima kasih kepada sekolahku tercinta. Dan semoga suatu saat nanti saya bisa membalas dengan memberi kontribusi langsung kepada SMA 1 Gangking. Amiin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel